mediajava

blog berita,info,Herbal,news,iklan

MENGAPA LAKI-LAKI UMAT ISLAM DI-SUNAT (KHITAN) ?

Semua umat Islam pasti mengetahui bahwa setiap anak laki2 Islam sebelum mencapai usia akil-baliq (14-15 tahun) wajib di khitan (di sunat) kemaluannya. Tanpa ber-khitan maka seseorang laki2 dianggap belumlah Islam. Bahkan orang dewasa yang masuk dan memeluk agama Islam, sebelum mengucapkan Kalimah Dua Syahadat, diwajibkan terlebih dahulu ber-khitan (jika belum ber-khitan).
Sedemikian pentingnya masalah ber-khitan ini bagi umat Islam, namun mungkin sebahagian terbesar umat Islam tidak mengetahui ketentuan yang mendasari kewajiban ber-khitan ini.

Kewajiban ber-khitan di dasarkan pada Hadist, dimana Nabi Muhammad SAW bersabda : “Fitrah itu ada lima: yaitu khitan, mencukur rambut kemaluan, menggunting (maksudnya merapihkan-red.) kumis, memotong kuku, dan mencabuti bulu ketiak”. (Kitab Sahih Bukhari Buku-7-oleh Achmad Sunarto dkk, Penerbit:: Asy-Syifa-Semarang, Hadist No. 5590 & 5591, Halaman 607-608)

Kewajiban ber-khitan (sunat) memang tidak di atur di dalam Al Qur’an, karena kewajiban itu sudah menjadi ketentuan yang ditetapkan oleh Allah SWT terhadap semua keturunan Nabi Ibrahim, sebagaimana di tetapkan di dalam Kitab Taurat (yang terdapat di dalam Kitab Tanakh/Injil Perjanjian Lama), dan umat Islam merujuk pada ketentuan Taurat tersebut berdasarkan :

“Dan janganlah kamu berdebat dengan Ahli Kitab, melainkan dengan cara yang paling baik, kecuali dengan orang-orang zalim di antara mereka, dan katakanlah: “Kami telah beriman kepada (kitab-kitab) yang diturunkan kepada kami dan yang diturunkan kepadamu; Tuhan kami dan Tuhanmu adalah satu; dan kami hanya kepada-Nya berserah diri”.
(QS. Al Ankabut [29]: 46)

Dia menurunkan Al Kitab (Al Qur’an) kepadamu dengan sebenarnya; membenarkan kitab yang telah diturunkan sebelumnya dan menurunkan Taurat dan Injil.
(QS. Ali Imaran [3]: 3)

Kewajiban ber-khitan (Sunat) pada Tanakh/Injil Perjanjian Lama :

Inilah perjanjian-Ku, yang harus kamu pegang, perjanjian antara Aku dan kamu serta keturunanmu, yaitu setiap laki-laki di antara kamu harus disunat ; haruslah di kerat kulit khatanmu dan itu akan menjadi tanda perjanjian antara Aku dan kamu.
(Kejadian 17 : 10-11)

Dan orang yang tidak disunat, yakni laki-laki yang tidak dikerat kulit khatannya, maka orang itu harus di lenyapkan dari antara orang-orang sebangsanya; ia telah mengingkari perjanjian-Ku.
(Kejadian 17 : 14)

Sejak turunnya Perjanjian antara Allah SWT dengan Nabi Ibrahim as di atas, maka semua laki-laki penganut Agama Ibrahim (Monotheisme) di khitan. Adapun manusia yang pertama di khitan adalah Nabi Ibrahim as dan anaknya yang tunggal (pada saat itu) yaitu Ismail as. (Kejadian 17 : 23-27).

Inilah dasarnya bagi pemeluk agama samawi meng-khitankan (mengerat kemaluan) anak laki2 mereka. Dan sampai hari ini umat Yahudi dan umat Islam mentaati Perjanjian antara Allah SWT dengan Nabi Ibrahim as tersebut di atas.(sumber: Kio – Kajian Islam Otentik, oleh : DR.Muchyar Yara)

About these ads

17/11/2010 - Posted by | Sekilas info | , , , , , , , , ,

Sorry, the comment form is closed at this time.

Follow

Get every new post delivered to your Inbox.

%d bloggers like this: