mediajava

blog berita,info,Herbal,news,iklan

Kisah Tentang Malaikat Sakhail

Majanews.com – Di dalam kitab Tsawab Al-Amal, Rasulullah saww bersabda : ” Sesungguhnya Allah swt mempunyai malaikat yang diberi nama Sakhail, malaikat ini bertugas hanya mengambil dari Allah swt sejenis ‘pemutihan dari kesalahan dan dosa’ yang diperuntukan bagi orang-orang yang sedang melakukan shalat.”
Ketika waktu subuh tiba, pada saat itu juga orang-orang yang beriman terjaga dari tidurnya, kemudian mereka mengambil air wudhu lalu melaksanakan shalat(Subuh). Segera (malaikat Sakhail tadi) mengambil dari sisi Allah swt. sesuatu yang tertulis di dalamnya : Sesungguhnya aku adalah yang Maha kekal dan abadi. Hamba-hambaku, kalian semua ada dalam naunganku. Demi kemuliaanKu, kalian semua terampuni dosa-dosanya hingga tiba waktu shalat zuhur.
Jika tiba waktu shalat zuhur, kemudian mereka(orang-orang beriman) berwudhu dan setelah itu mereka melaksanakan shalat zuhur, segera malaikat sakhail mengambil dari sisi Allah penghapusan yang kedua dan tertulis di dalamnya : Aku adalah Allah yang maha mampu. Hamba-hambaku, sungguh aku telah mengubah perbuatan-perbuatan buruk kalian menjadi perbuatan-perbuatan baik. Telah Aku ampuni segala dosa-dosa kalian. Aku tempatkan kalian(kelak) di surga dengan ridhaKu.
Jika telah tiba waktu shalat asar, lalu orang-orang yang beriman berwudhu kemudian menunaikan ibadah shalat, segera malaikat sakhail mengambil penghapusan yang ketiga dan tertulis di dalamnya : Aku adalah Allah yang maha mulia. Hamba-hambaku, luhur namaku, sangat besar dan luas kekuasaanKu. Hamba-hambaku, Aku akan mengharamkan jilatan api neraka menyentuh jasad-jasad kalian, dan aku letakkan kalian(kelak) di posisi orang-orang abrar , menhindarkan kalian dari marabahaya yang akan menimpa kalian dari para pelaku kejahatan.
Jika tiba waktu maghrib, lalu mereka bangkit berwudhu kemudian shalat, segera malaikat sakhail mengambil penghapusan keempat dan bertuliskan di sana : Aku adalah Allah yang meha esa, maha kuasa, dan maha tinggi. Hamba-hambaKu, telah datang malaikatku(sakhail) padaKu dari sisi kalian dengan penuh rasa kerelaan (ridha), dan Aku berhak meridhai kalian, dan akan aku wujudkan kelak di hari kiamat seluruh cita dan harapan kalian.
Jika tiba di penghujung(akhir) shalat isya, kemudian mereka bangkit berwudhu lalu shalat, malaikat sakhail datang dengan membawa penghapusan yang kelima dan di dalamnya tertulis : aku adalah Allah yang tiada sesembahan selainku. Tiada tuhan selain Aku. Hamba-hambaku, di rumah-rumah kalian,kalian bersuci untukKu, lalu kalian berjalan ke arahku, dengan berhiaskan zikir padaku, dan kalian memahami hak-hak-Ku(sebagai tuhan), dan kalian melaksanakan kewajiban-kewajiban yang aku perintahkan. Saksikanlah wahai Sakhail dan malaikat-malaikatKu, sungguh Aku telah ridha pada mereka36
__________________________________
36 Sebagai renungan, saya ingin mengajak para pembaca yang budiman dalam mengkalkulasi betapa sedikitnya waktu yang terluang dalam menjalankan ibadah shalat di setiap hari. Betapa cepatnya waktu yang berjalan di dunia ini. Jika usia umat Muhammad saw diprediksikan akan mencapai lebih kurang 60 tahun, maka akan mendapatkan pengurangan usia secara drastis bila dihadapkan dengan faktor kehidupan itu sendiri yang diantaranya adalah :
Masa sebelum dewasa
Masa sebelum dewasa berkisar dari usia bayi hingga 15 tahun. Karena pada masa seperti itu manusia dianggap belum sempurna pola pikirnya. Dengan demikian, jika usia umat Muhammad diprediksikan akan mencapai 60 tahun lalu dikurangi masa sebelum dewasa, maka usia yang tersisa adalah 45 tahun saja
Kita mengetahui bahwa dalam sehari semalam terdapat 24 jam. Jika masa tidur normal dalam sehari semalam akan menghabiskan waktu sekitar 8 jam, maka dalam sehari semalam kita menghabiskan waktu untuk tidur 1/3 hari. Jika usia kita hanya tersisa 45 tahun sesuai dengan hitungan diatas, maka masa tidur kita adalah 45 tahun x 1/3= 15 tahun. Jadi kehidupan hakiki yang kita jalankan di dunia ini jika usia mencapai 60 tahun adalah : 60 dikurangi 15 tahun masa tidur dan 15 tahun masa sebelum dewasa. Hasilnya adalah 30 tahun saja.
Waktu yang terkuras dalam menjalankan ibadah shalat dalam kehidupan sehari-hari, lebih kurang 5 menit di setiap shalatnya. Jika dalam satu hari satu malam terdapat 5 kali shalat wajib, maka waktu yang terpakai untuk menjalankan aktifitas shalat adalah: 5 menit dikali 5 kali shalat, hasilnya 25 menit dalam sehari semalam.
Jika usia kita yang sadar dan terjaga dalam 30 tahun dari usia asli yaitu 60 tahun, maka waktu ibadah shalat keseluruhannya adalah berkisar: 6 bulan 25 hari saja.

Adapun hitungannya seperti ini :

-Jika shalat yang kita lakukan sehari semalam berjumlah 25 menit
-maka dalam 1 bulan terdapat : 30 hari x 25 menit = 750 menit
-dalam 1 tahun terdapat : 12 bulan x 750 menit = 9.000 menit
-dalam 30 tahun terdapat : 9.000 menit x 30 tahun = 270.000 menit
(kita mengetahui bahwa dalam satu hari terdapat 1.440 menit)
-Jumlah 270.000 menit, jika dijadikan hari dan bulan maka :
-270.000 menit : 1.440 menit = 187,5 hari
-187,5 : 30 hari = 6 bulan 25 hari.
Jadi kurang lebih “6 bulan 5 hari” adalah masa menunaikan ibadah shalat selama usia 60 tahun. Dan hitungan itu tidak termasuk masa-masa libur wanita dalam menunaikan ibadah shalatnya.
Kesimpulannya, waktu kita untuk berkomunikasi dengan Alloh (sholat adalah cara berkomunikasi hamba dengan Alloh) sangat sedikit dibanding aktifitas kita pada umumnya. (sbr:buku “buat apa shalat?! kecuali jika anda hendak mendapatkan kebahagiaan dan ketenangan hidup’’, Penyusun : Dr. Haidar Baqir, Penerbit : Mizania dan Puastaka IIMaN)

09/11/2010 - Posted by | Mutiara Hikmah | , , , , , , , , , , ,

Sorry, the comment form is closed at this time.

%d bloggers like this: