mediajava

blog berita,info,Herbal,news,iklan

Sekilas Fiqih

Dari Abu Abdillah ra. Berkata : ”siapa saja yang berpegang pada 3 perkara ini tidak akan mendapat petaka : sabar dalam kesulitan, meminta ampunan saat berbuat dosa, dan bersyukur pada saat menerima anugerah.”
Dari Abu Abdillah ra : ”Orang yang menyantap makanan dengan rasa syukur dia akan diberi pahala seperti orang yang berpuasa menjaga dirinya; orang sehat yang mensyukuri kesehatannya akan diberi pahala seperti orang yang menanggung penderitaan dengan sabar; orang yang memberi dengan rasa syukur mendapat pahala seperti orang yang menanggung kerugian, tetapi tetap menjaga diri “.

Cara bersyukur atas segala nikmat
Dari Umar ibn Yasid berkata, aku mendengar abu abdillah ra bersabda : ”Rasulullah Saw bersabda : cara (bersyukur) atas segala nikmat dengan sebenarnya ialah dengan bertahmid (memuji Allah) .
Al-Kulaini meriwayatkan sanadnya dari Abu Abdillah bahwa beliau bersabda : “bahwa mensyukuri ialah menghindari hal-hal yang telah diharamkan Allah, dan melaksanakan syukur cukup dengan ucapan ‘Alhamdulillah hirabbil alamin (segala puji bagi Allah, tuhan semesta alam)”.
Hal ini sesuai dengan Al-Quran : “kalo kamu bersyukur, sesungguhnya aku akan menambahkan(nikmat kepadamu)”… (QS Ibrahim 14 : 7).

Tentang tafakkur
Diriwayatkan bahwa Imam Al-Shadiq ra. Berkata : “sebaik-baik bentuk ibadah adalah bertafakur tentang Allah dan kekuasaannya”.
Bertafakur tentang Allah adalah tentang nama-nama dan sifat-sifat serta kesempurnaan-kesempurnaan-Nya serta ciptaan-ciptaan-Nya.
Diriwayatkan bahwa Abu Ja’far ra. telah berkata : ”berbicaralah tentang penciptakan Allah dan janganlah berbicara tentang Allah, sebab berbicara tentang Allah tidak akan menambah sifat bicaranya, kecuali kebingungan”.
Diriwayatkan oleh Abu Ja’far yang menyatakan : ”Waspadalah bertafakur tentang Allah, akan tetapi, kalau kamu ingin melihat keagunganNya, lihatlah keagungan ciptaatnNya”.
Keutamaan sholat tengah malam
Abu Abdillah ra. telah berkata : ”Nabi SAW meminta Jibril untuk menasehatinya tentang sesuatu. Jibril berkata : “wahai nabi hiduplah seperti yang engkau kehendaki karena sesungguhnya engkau kelak akan meninggal. Dan cintailah apapun yang engkau sukai karena sesungguhnya engkau akan berpisah darinya. Bertindaklah sebagamana engkau ibadah karena sesungguhnya engkau akan menemuinya. Ketahuilah bahwa keutamaan seorang mukmin adalah ketika dia bangun ditengah malam dan kemuliaannya ketika ia tercegah untuk tidak merusak kehormatan orang”.
Diriwayatkan dari Ibn Abbas, bahwa Nabi saw bersabda dalam sebuah hadis : “barang siapa yang dikaruniai rezeki (dapat melakukan) shalat malam baik dia hamba laki-laki atau perempuan, lalu dia bangun demi beribadah ikhlas kepada Allah, kemudian berwudhu dan shalat, demi Allah swt dengan niat ikhlas,sepenuh hati dan dengan mata yang membasah”.
Diriwayatkan dari Anas yg mendengar Rasulullah saw bersabda: “dua rakaat shalat yang ditunaikan di tengah malam lebih aku sukai dari segenap dunia dan isinya”.
Menuntut ilmu
Sesungguhnya setiap makhluk di langit dan dibumi memohonkan ampunan bagi penuntut ilmu,bahkan ikan di laut. Kutamaan orang berilmu (alim) melebihi ahli ibadah, seperti kutamaan bulan atas bintang pada malam purnama. Orang alim adalah pewaris para nabi sebab nabi tidak meninggalkan warisan kekayaan kecuali warisan ilmu. Orang yang memperoleh ilmu berarti telah memperoleh banyak manfaat.

Fadhilah siwa’
Dengan sanad dari Imam Ja’far Al-Shadiq, Al-Kulaini meriwayatkan hadits berikut ini :
“Dalam siwa’ ada 12 keutamaan yang merupakan sunnah nabi saw : Membersihkan mulut; Memejamkan mata; Meredakan amarah; Menghilangkan lendir; Menguatkan ingatan; Memutihkan gigi; Melipat-gandakan kebaikan; Menghilangkan sariawan (gigi); Mengokohkan gusi; Meningkatkan selera; dan Menyenangkan para malaikat”.
Disunahkan sebelum wudhu untuk selalu bersiwa’ (gosok gigi).
Kemuliaan akhlak
Imam Ja’far Al-Shadiq menyebutkan beberapa diantara kemuliaan akhlak tersebut yakni : keyakinan, keadaan merasa cukup (qona’ah), kesabaran (shabr), bersyukur, ketabahan (hilm), sikap yang baik (hosn al-kholq), kedermawanan, kecemburuan dalam kebaikan, keberanian dan kesatriaan.
Tentang sabar
Amirul mukminin Imam Ali k.w. berkata: “Rasulullah bersabda : ada tiga macam sabar :
– Sabar ketika mendapat musibah
– Sabar dalam ketaatan
– Dan sabar untuk tidak berbuat maksiat.
Orang yang sabar ketika mendapat musibah, dan menerimanya dengan senang hati maka Allah menuliskan baginya 300 derajat (yang tinggi). Ketinggian satu derajat atas derajat lainnya, seperti jarak anatara bumi dan langit.
Dan barang siapa yang sabar dalam ketaatan, Allah menuliskan baginya 600 derajat (yang tinggi). K
Ketinggian satu derajat atas derajat lainnya seperti jarak antara dalamnya bumi dan arsy’.
Barang siapa yang sabar untuk tidak berbuat maksiat, Allah menuliskan baginya 900 derajat (yang tinggi). Ketinggian satu derajat atas derajat lainnya seperti jarak antara dalamnya bumi dan sejauh arsy’.
Berkata Abu Ja’far (Imam Muhammad baqir ra.) yang menyatakan : “sesungguhnya Allah ‘azza wa jalla telah menjadikan beberapa penutup untuk sesuatu keburukan dan menjadikan minuman keras sebagai kunci untuk membukanya. Akan tetapi, kebohongan lebih buruk daripada minuman keras.
Tentang wara’
Wara’ adalah kehati-hatian yang tinggi disertai rasa takut atau disiplin tetap untuk memuliakan Allah. Dan ini meliputi semua tingkatan, karena wara’ itu sendiri bertingkat-tingkat. wara’ pada kebanyakan orang adalah meninggalkan dosa-dosa besar. Wara’ pada orang-orang terpilih adalah berpantang dari hal-hal yang subhat karena takut tergelincir kedalam hal-hal yang haram. Dan wara’ pada tingkatan-tingkatan lain yang lebih tinggi.
Al-Kulaini meriwayatkan dengan sanadnya dari Abu Abdillah ra. beliau berkata : “aku wasiatkan dirimu agar bertaqwa kepada Allah, bersifat wara’ dan tekun (dalam beribadah). Ketahuilah bahwa ketekunan (dalam beribadah) tidak berguna tanpa wara’.”
Keburukan khianat dan makna amanat
Muhammad ibn Ya’kub Al-Kulaini meriwayatkan dengan sanad dari Abu Abdillah ra. yang bersabda : “jangan melihat lamanya ruku’ dan sujud seseorang, sebab hal itu boleh jadi adalah suatu kebiasaan yang sering dilakukannya, sehingga dia merasa terganggu kalau tidak melakukannya. Namun, lihatlah pada kejujuran ucapannya dan penunaian amanatnya.
Tentang kebaikan sedekah
Diriwayatkan Al-Kulaini dengan sanad dari Abdullah ibn Zinan, Abu Abdillah ra. Berkata : “tidak ada yang lebih menyusahkan syetan selain bersedekah kepada orang mukmin. Sedekah itu akan sampai ke tangan Tuhan sebelum sampai ketangan hamba (yang menerimanya).
Al-Kulaini (meriwayatkan) dengan sanad dari Abu Abdillah, menyatakan “Rasul Allah SAW bersabda : bumi di hari kiamat adalah api kecuali bumi yang diinjak orang mukmin, karena sesungguhnya sedekahnya menaunginya”.
Pada hari kebangkitan kelak apa yang engkau sedekahkan itu dikembalikan kepada hamba dalam bentuk sepadan atau lebih besar daripada gunung uhud .
Disebutkan dalam banyak hadis-hadis, sedekah menyelamatkan seseorang dari kematian yang buruk, membawa rezki, memudahkan membayarkan utang, memperpanjang usia, mengelakkan 70 bentuk kematian yang buruk, dan Allah ta’ala membalasnya sampai 10 hingga 100 ribu kali lipat.
Sedekah juga menambah kekayaan,. Orang yang bersedekah di waktu pagi, maka dia akan diselamatkan dari bencana alam sepanjang hari itu. Jika orang bersedekah pada permulaan malam, dia akan diselamatkan dari bencana disepanjang malam. Melalui sedekah, sakit bisa sembuh.

Kalau orang memenuhi kebutuhan rumah tangga seorang muslim, menyelamatkan mereka dari kelaparan, memberi mereka pakaian, dan melindungi kehormatan mereka, amalnya lebih baik dibandingkan dengan berhaji sebanyak 10 kali. Padahal berhaji itu lebih baik dibandingkan dengan membebaskan 10 budak, dan orang yang membebaskan seorang budak, maka Allah akan membebaskan setiap anggota tubuhnya dari api neraka untuk satu anggota tubuh seorang budak yang dibebaskan tersebut. (sumber:khutbah Imam Ali, http://www.majanews.com)

14/11/2010 - Posted by | Mutiara Hikmah | , , , , , , , , ,

Sorry, the comment form is closed at this time.

%d bloggers like this: