mediajava

blog berita,info,Herbal,news,iklan

Olahraga Yang Dapat Membantu Anak Capai Kecerdasan Lebih

Majanews – Acara televisi dan video games adalah sahabat kebanyakan anak-anak zaman sekarang. Mereka lebih betah menghabiskan waktunya di depan televisi atau komputer daripada melakukan aktivitas lainnya. Padahal kegiatan tersebut kurang baik untuk perkembangan otak, mental maupun fisik anak.
Pada usia pertumbuhan, anak-anak punya banyak energi dan perlu penyaluran yang tepat. Mereka perlu kegiatan yang menstimulasi perkembangan otak dan fisiknya. Selain itu, anak zaman sekarang memiliki tingkat risiko stres yang sangat tinggi.
Yoga bisa menjadi solusi yang tepat untuk mengatasi hal itu. Para ahli kesehatan mengungkapkan, yoga tak hanya baik untuk orang dewasa tapi juga bisa dipraktikkan anak-anak.
“Yoga bisa membantu anak-anak menyalurkan energi mereka yang sangat besar dengan cara yang lebih tenang,” kata Laura Whitesides, pelatih yoga di Redondo Beach, California, Amerika Serikat.

Menurut Whitesides, anak-anak yang melakukan yoga akan memiliki kemampuan lebih besar dalam beberapa hal, misalnya pemahaman, ingatan, konsentrasi, kreativitas, pengendalian emosi, bersosialisasi, dan penerimaan diri.
Berbeda dengan gerakan yoga untuk orang dewasa, gerakan yoga anak-anak lebih dikreasikan seperti permainan yang atraktif. Gerakannya biasanya diungkapkan dalam bentuk cerita seperti dongeng. Latihannya pun didukung dengan iringan musik yang sesuai jalan cerita.

Selain untuk tujuan menyalurkan energi dan emosi, yoga pada anak juga banyak diterapkan untuk terapi kesembuhan yang menyangkut fisik. Selain itu, yoga juga membantu anak-anak yang mengalami masalah obesitas. Tapi harus dikonsultasikan dengan dokter anak gerakan yoga apa saja yang boleh dan tidak boleh dipraktikkan.
Whitesides menjelaskan, teknik yoga ini juga bisa dipraktikkan oleh sekolah-sekolah untuk mengatasi anak-anak bermasalah.
“Anak-anak bermasalah biasanya punya energi terlalu besar tapi disalurkan dengan cara yang salah,” kata Whitesides.
Anak-anak juga perlu dibiasakan untuk berpuasa sedari dini. Kebiasaan di bulan Ramadhan itu ternyata dapat mempengaruhi tingkat kecerdasan anak. Hal itu diungkapkan Dekan Fakultas Psikologi Universitas Medan Area (UMA), Irna Minauli MPsi.

Menurut Irna, berpuasa untuk melatih kemampuan anak-anak menunggu makan dan minum hingga waktu berbuka puasa. Sehingga, tingkat kesabaran anak dapat teruji. Dengan demikian, anak-anak dapat diajarkan untuk menahan emosi.
Kebiasaan berpuasa tersebut diyakini mampu meningkatkan kecerdasan emosional anak. Hal itu berpengaruh pada kemampuan anak berinteraksi dengan baik terhadap lingkungan sosial.
Irna mengaku hal itu berdasarkan pada penelitian psikolog asal Amerika Serikat, Daniel Golemen. Penelitian itu mengungkap perbedaan perkembangan psikologis pada anak yang berpuasa dan yang tidak. Lebih dari itu, anak yang terbiasa berpuasa ternyata menjadi individu yang ramah dan taat pada agama.
Meski demikian, kata Irna, kebiasaan itu harus disesuaikan dengan kemampuan anak. Latihlah mereka secara bertahap untuk puasa. Jangan lupa, orangtua perlu memberikan penghargaan atas kebiasaan tersebut. Sehingga, anak terpacu untuk terus berpuasa.
“Untuk memacu semangat anak berpuasa, orang tua juga harus menjadi contoh mampu menjalankan ibadah puasa dengan baik,” tuturnya.(sbr:)

02/01/2011 - Posted by | Sekilas info | , , , , , , , , , , ,

Sorry, the comment form is closed at this time.

%d bloggers like this: