mediajava

blog berita,info,Herbal,news,iklan

Ultimatum Buat Hosni Mubarak

Batas waktu mundur Mubarak hari ini Jum’at (4 February 2011)

Majanews, Mesir – Memasuki Hari ke-8 demonstrasi anti pemerintahan Presiden Mesir Hosni Mubarak dan wakil Presiden Omar Sulaiman yang menuntut harus mundur, sejak pukul satu siang waktu setempat, bertambah banyak dan semakin meluas di berbagai kota di Mesir dan mereka dating dari berbagai wilayah. Terutama di sekitar wilayah Alexandria dan sekitar  kota Cairo.

Di Lapangan At-Tahrir (Alexandria), para pemrotes anti pemerintah presiden Mubarak yang sudah berkuasa lebih dari tiga dasawarsa (30 tahun) terhitung sejak tanggal 14 Oktober 1981 (sewaktu terjadinya konflik dengan pemberontak didalam negeri) dan pernah menjadi penengah antara Palestina dan Israel, meneriakkan yel-yel penuntutan mundur dengan mengibarkan bendera Negara Mesir yang berwarna merah-putih,hitam.

Di Cairo (Ibukota Mesir), tepatnya di lokasi Liberation Square juga banyak terjadi konsentrasi massa demonstran. Mereka para pemrotes anti presiden Hosni Mubarak di hari jum’at ini menyebut pengunduran Mubarak sebagai “Hari Keberangkatan” atau Day of Departure, atau dalam istilah kita Hari Lengser, bertambah terus jumlahnya bahkan meluas ke berbagai kota di Mesir.

Hal ini mengakibatkan jalan-jalan utama di kota-kota Mesir menjadi sepi karena konsentrasi massa di kota Cairo dan Alexandria yang terdiri dari berbagai usia, jenis kelamin dan agama.

Pada pukul  16.06 waktu setempat terjadi rusuh di wilayah Liberation Square karena terjadi bentrokan antara pasukan militer Mesir berusaha memukul mundur para demonstran agar konsentrasi massa terpecah. Tetapi pihak militer menyatakan tidak akan menembaki para demonstran.

Di Wilayah Alexandria sendiri jumlah konsentrasi massa pendemo mencapai sekitar 500.000-an orang, karena warga di wilayah sekitarnya juga berdatangan. Di tempat-tempat lain para pendemo juga berkumpul untuk melakukan protes anti pemerintah, sehingga meluas ke beberapa kota-kota di Mesir.

Di Iskandariyah sendiri, para demonstran menangkap sejumlah provokator yang menyusupi aksi demo tersebut.

Menurut presiden Hosni Mubarak, jika dirinya mundur, maka Mesir akan kacau. Sedangkan difihak Ikhwanul Muslimin sendiri menyatakan tidak akan menggantikan posisi Hosni Mubarak. (majanews.com)

04/02/2011 - Posted by | Sekilas info

Sorry, the comment form is closed at this time.

%d bloggers like this: