mediajava

blog berita,info,Herbal,news,iklan

Tentang Kematian

1. Pada setiap kehidupan akan menghadapi kematian.
2. Aku sungguh heran terhadap orang yang lupa akan kematian, padahal dia melihat orang-orang yang meninggal dunia. Oleh karena itu aku wasiatkan kepada kalian untuk senantiasa mengingat kematian dan mengurangi kelalaian darinya. Bagaimana mungkin kalian melupakan sesuatu yang tidak akan pernah melupakan kalian, dan bagaimana mungkin kalian mengharapkan sesuatu yang tidak akan pernah memberikan kesempatan kepada kalian?
3. Perbanyaklah mengingat kematian, hari keluarnya (dibangkitkanya) kalian dari kubur kalian, dan hari berdirinya kalian dihadapan Allah Azza wa Jalla, niscaya berbagai musibah akan terasa ringan bagimu.
4. Barangsiapa yang merasa berat karena musibah, maka hendaklah dia mengingat kematian karena hal itu akan meringankannya. Dan barangsiapa yang merasa disempitkan oleh suatu urusan, maka hendaklah dia mengingat kubur karena hal ini akan melapangkannya.
5. Ingatlah akan penghancur segala kesenangan dan syahwat serta pemutus segala harapan (yakni kematian), yaitu ketika kalian bermaksud hendak melakukan segala perbuatan yang buruk.
6. Perhatikanlah perbuatan yang seandainya kematian mendatangimu, engkau senang karena sedang dalam perbuatan itu, maka kerjakanlah perbuatan itu sekarang juga karena mungkin saja engkau akan meninggal dunia sekarang juga.
7. Mengharapkan kematian saat kematian itu datang adalah lebih buruk daripada kematian itu sendiri. Dan membenci kehidupan saat kehidupan itu hilang darimu adalah lebih baik daripada kehidupan itu sendiri.
8. Engkau akan mengetahui keadaan itu (kematian) sesuai hakikatnya (ketika engkau mati), akan tetapi saat itu engkau tidak mampu mengingatkan seorangpun tentangnya.
9. Berziarahlah ke kuburan, niscaya ia akan mengingatkanmu akan negeri akhirat. Ikut sertalah dalam memandikan jenazah, niscaya hatimu akan tergerak karena tubuh yang terbujur kaku (mayat) adalah peringatan yang berkesan. Dan ikutlah menshalati jenazah karena barangkali hal itu akan membuatmu sedih. Sebab, orang yang sedang bersedih itu dekat kepada Allah.
10. Dalam wasiatnya kepada anaknya al-Hasan as, Imam Ali as mengatakan: “Wahai anakku, perbanyaklah mengingat kematian dan tempat kemana engkau pergi serta yang engkau akan sampai padanya setelah mati. Sehingga, bila kematian itu mendatangimu, maka engkau telah berjaga-jaga terhadapnya, engkau telah mempersiapkan diri untuk itu, dan ia tidak mendatangimu secara mendadak dan mengejutkanmu”.
11. Sesungguhnya ketika seseorang meninggal dunia, maka orang-orang berkata, “Apa yang ditinggalkannya?”. Sebaliknya malaikat berkata, “Apa yang dibawanya?”.
12. Uban di kepala adalah pengingat kematian.
13. Demi Allah, sesungguhnya yang mencegahku dari senda-gurau adalah mengingat kematian.
(Seri Kata-Kata Mutiara Amirul Mukminin Imam Ali Ibn Abi Thalib k.w)
markaskio

01/05/2011 - Posted by | panti yatim

Sorry, the comment form is closed at this time.

%d bloggers like this: