mediajava

blog berita,info,Herbal,news,iklan

KESUCIAN BADAN DAN PAKAIAN UNTUK SHOLAT

DIANTARA SYARAT-SYARAT SALAT
TELAH KAMI SEBUTKAN PADA BAGIAN TENTANG NAJIS RIWAYAT-RIWAYAT YANG MENUNJUKKAN KEWAJIBAN MENGHILANGKAN NAJIS.PENGARANG KITAB AL-MADARIK MENGATAKAN : “SESNGGUHNYA KEWAJIBAN MENGHILANGKAN NAJIS DARI PAKAIAN DAN BADAN HANYALAH UNTUK SALAT DAN TAWAF WAJIB, DIAMAN NAJIS TERSEBUT HARUS DARI YANG TIDAK DIMAAFKAN DAN, BERSAMAAN DENGAN ITU, TIDAK ADA PAKAIAN LAIN, KECUALI YANG NAJIS.KEWAJIBAN KESUCIAN PAKAIAN DAN BADAN DIKETAHUI DARI ADANYA IJMAK ULAMA DAN HADIS-HADIS YANG BANYAK, YANG MENGANDUNG PERINTAH MENCUCI PAKAIAN DAN BADAN DARI NAJIS, KARENA TELAH DIMAKLUMI BAHWA MENCUCI BUKANLAH DIWAJIBKAN UNTUK MENCUCI ITU SENDIRI, TAPI UNTUK IBADAH.”
KAMI TAMBAHKAN SDI SINI BAHWA DI SAMPING SALAT ITU MERUPAKAN HUBUNGAN ANTARA ALLAH DAN HAMBA-NYA, PADA SAAT YANG SAMA IA JUGA MERUPAKAN PERTEMUAN YANG AGUNG DENGAN TUHAN.KARENA ITU, PERTEMUAN INI MEMERLUKAN PERSIAPAN YANG SERIUS, BERUPA NIAT YANG IKHLAS, BERHIAS DENGAN BADAN DAN PAKAIAN YANG BERSIH, SERTA DISIPLIN YANG TINGGI DENGAN MELAKSANAKANNYA PADA WAKTUNYA.

MELAKUKAN SALAT SAMBIL TIDAK TAHU ADANYA NAJIS

IMAM SHADIQ AS DITANYA TENTANG SESEORANG YANG MELIHAT DARAH PADA PAKAIAN KAWANNYA YANG SEDANG SALAT.BELIAU BERKATA. “IA TIDAK USAH MENGANGGUNYA SAMPAI ORANG ITU SELESAI SALAT.
PARA ULAMA SEPAKAT BAHWA BARANG SIAPA MELIHAT SESEORANG SEDANG SALAT, DAN PADA APAKAIAN ATAU BADAN ORANG TERSEBUT ADA NAJIS, IA TIDAK WAJIB MEMBERITAHUKANNYA DAN MENGIGATKANNYA.BAHKAN MEREKA SEPAKAT BAHWA ORANG YANG MELIHAT ITU BOLEH SALAT DI BELAKANGNYA, MENJADI MAKMUMNYA, DENGAN SYARAT IA YAKIN BAHWA ORANG TIU TIDAK TAHU KALAU ADA NAJIS.TETAPI JIKA ITU ORANG SEBELUMNYA TAHU, MAKA IA TIDAK BOLEH BERMAKMUM DI BELAKANGNYA.
IMAM SHADIQ AS BERKATA. “ JIKA PAKAIAN SESEORANG TERKENA DARAH, LALU IA SALAT DENGAN PAKAIAN TERSEBUT SEDANG IA TIDAK TAHU, MAKA IA TIDAK USAH MENGULANG SALATNYA.TAPI JIKA SEBELUM SALAT IA SUDAH MENEGTAHUINYA, LALU IA LUPA, DAN IA PUN SALAT DENGANNYA, MAKA IA WAJIB MENGULANGI SALATNYA.”
PARA ULAMA SEPAKAT BAHWA BARANG SIAPA DENGAN SENGAJA SALAT DISERTAI NAJIS, DA IA JUGA TAHU TENTANG ITU, MAKA SALATNYA BATAL. BEGITU JUGA SALAT SESEORANG YANG TAHU ADANYA NAJIS, TAPI TIDAK TAHU HUKUMNYA, MISALNYA IA TAHU BAHWA INI DARAH, TAPI IA TIDAK TAHU BAHWA WAJIB MENGHILANGKAN DARAH DARI PAKAIAN DAN BADANNYA UNTUK SALAT.SEBALIKNYA, ORANG YANG TAHU HOKUM TAPI TIDAK TAHU ADANYA NAJIS, SALATNYA SAH. MISALNYA, IA TAHU BAHWA MENGHILANGKAN DARAH DARI BADAN DAN PAKAIAN UNTUK SALAT ADALAH WAJIB, TETAPI IA TIDAK TAHU BAHWA DI BADAN ATAU PAKAIANNYA ADA DARAH, DAN BARU KEMUDIAN IA TAHU.DAN BARANG SIAPA TAHU TENTANG HOKUM DAN ADANYA NAJIS SEKALIGUS, KEMUDIAN IA LUPA DAN SALAT, MAKA SALATNYA BATAL. MISALNYA, IA MELIHAT DARAH DI PAKAIANNYA DAN IA MENGETAHUI HUKUMNYA SERTA KEWAJIBAN MENGHILANGKAN DARAH TERSEBUT, KEMUDIAN IA LUPA LALU SALAT.
RAHASIA DARI PERBEDAAN INI IALAH BAHWA ORANG YANG LUPA TERGOLONG ORANG YANG MENGETAHUI.KARENA ITULAH IA TIDAK DIMAAFKAN.ADAPUN ORANG YANG TIDAK TAHU TENTANG OBYEK ( DALAM HAL INI : NAJIS ), MAKA IA DIMAAFKAN.IA TIDAK WAJIB MENYELIDIKI DAN MEMERIKSA.TAPI ORANG YANG TIDAK TAHU HUKUM TIDAKLAH DIMAAAFKAN.IA WAJIB MENCARI TAHU DAN BELAJAR, KECULAI JIKA IA MEMANG TIDAK MAMPU; IA TIDAK MEMPUNYAI KESANGGUPAN DAN TIDAK BERPOTENSI UNTUK BELAJAR DAN MEMAHAMI, SEHINGGA BETUL-BETUL TIDAK MAMPU, LAYAKNYA HEWAN SAJA.

DARURAT

IMAM SHADIQ AS DITANYA TENTANG SESEORANG YANG JUNUB DI PAKAIANNYA, ATAU PAKAIANNYA TERKENA KENCING, SEDANG IA TIDAK MEMPUNYAI PAKAIAN SELAIN ITU.BELIAU BERKATA. “ IA SALAT DENGAN PAKAIAN TERSEBUT JIKA MEMANG SUDAH TERPAKSA.”
PUTRANYA, IMAM MUSA KAZHIM AS , DITANYA TENTANG SESEORANG YANG TELANJANG DAN TELAH MASUK SALAT, LALU IA MENDAPATKAN PAKAIAN YANG SEPARUHNYA ATAU SELURUHNYA TERKENA DARAH.APAKAH IA SALAT DENGAN PAKAIAN ITU ATAU SALAT TELANJANG? BELAIU BERKATA “ JIKA ADA AIR IA HARUS MENCUCINYA, TAPI JIKA IA TIDAK ADA, IA SALAT DENGAN PAKAIAN ITU DAN TIDAK BOLEH TELANJANG.
JIKA SESEORANG HANYA MEMILIKI PAKAIAN NAJIS, IA TIDAK BISA MEMBERSIHKANNYA, TIDAK PULA DAPAT MELEPASKANNYA KARENA HAWA DINGIN, MAKA IA BOLEH SALAT DENGAN PAKAIAN ITU.SALATNYA SAH, TANPA HARUS MENGULANGINYA- BAIK QADA MAUPUN ADA’-JIKA UZUR TERSBUT TELAH HILANG, SEBAGAIMANA TAMPAK PADA RIWAYAT PERTAMA.JIKA IA TIDAK BISA MEMBERSIHKANNYA, TAPI BISA MELEPASKANNYA DAN SALAT TELANJANG, MAKA IA JUGA HARUS SALAT DENGAN PAKAIAN ITU DAN SALATNYA SAH, SEBAGAIMANA TAMPAK PADA RIWAYAT KEDUA.INI ADALAH PENDAPAT PENGARANG AL-‘URWAH AL-WUTSQA, SAYYID HAKIM DAN SAYYID KHU’I

TERJADI KESAMARAN ANTARA YANG SUCI DAN YANG NAJIS

IMAM RIDHA AS , CUCU IMAM SHADIQ AS , DITANYA TENTANG SESEORANG YANG MEMPUNYAI DUA BUAH PAKAIAN, SATU DIANTARANYA KENA KENCING, TAPI IA TIDAK TAHU PERSIS YANG MANA ITU.SETELAH MASUK WAKTU SALAT, IA TAKUT WAKTU SALAT TERSEBUT BERLALU, SEDANG IA TIDAK PUNYA AIR.BAGAIMANA IA BERBUAT ? BELIAU BERKATA, “ IA SALAT DENGAN KEDUANYA.” ARTINYA PADA SALAT PERTAMA IA MEMAKAI SALAH SATU DARI DUA PAKAIAN ITU, DAN PADA SALAT BERIKUTNYA IA MEMAKAI YANG SATUNYA LAGI. INI DISEPAKATI. SEBAB, IA TAHU BAHWA SALAT WAJIB DILAKUKAN DENGAN PAKAIAN YANG BERSIH, SEMENTARA IA MAMPU MELAKUKANNYA MELALUI IHTIATH.KARENA ITU, IA WAJIB BER-IHTIATH, KARENA ADANYA KEYAKINAN TENTANG KEWAJIBAN MENGHARUSKAN ADANYA KEYAKINAN TENTANG TERLAKSANANYA KEWAJIBAN ITU.

MENGHILANGKAN NAJIS ATAU BERWUDU

JIKA IA MEMPUNYAI AIR YANG HANYA CUKUP UNTUK BERWUDU, SEDANG DIDALAMNYA ADA NAJIS, APAKAH IA WUDU DAN SALAT DENGAN MEMBAWA NAJIS, ATAU IA HARUS MENGHILANGKAN NAJIS TERSEBUT, LALU BERTAYAMUM UNTUK SALAT ?
JAWAB : IA HARUS MENGHILANGKAN NAJIS DAN BERTAYAMUM UNTUK SALAT, KARENA WUDU ADA GANTINYA, YAITU TAYAMUM, SEDANG MENGHILANGKAN NAJIS TIDAK ADA GANTINYA.

BENDA YANG MENYUCIKAN

YANG DIMAKSUD DENGAN BENDA YANG MENYUCIKAN IALAH BENDA YANG DAPAT MENYUCIKAN BENDA LAINNYA DARI NAJIS, YAITU :

1.AIR
DALAM AJARAN AGAMA, AIR MERUPAKAN PENYUCI YANG POKOK.UNTUK MENYUCIKAN DENGANNYA, DIISYARATKAN,PERTAMA-TAMA DAN SEBELUM YANG LAINNYA, HARUS MENGHILANGKAN BENDA NAJIS ITU SENDIRI.DALAM HAL INI, BELUM HILANGNYA WARNA,BAU, ATAU RASA NAJIS TIDAKLAH MENJADI MASALAH, SEKALIPUN ILMU PENGETAHUAN, MISALNYA MENGATAKAN BAHWA ADANYA SISA-SISA ITU MENUNJUKKAN MASIH ADANYA NAJIS. KARENA YANG MENJADI PATOKAN ADALAH‘URF (KEBIASAAN), BUKAN ILMU PENGETAHUAN
SELAIN ITU, JUGA DIISYARATKAN BAHWA AIR TERSEBUT HARUS SUCI , DAN TIDAK BOLEH AIR YANG TERKENA NAJIS.KARENA, YANG KEHILANGAN SESUATU TIDAK DAPAT MEMBERIKAN SESUATU ITU, DAN BERCAMPURNYA DUA NAJIS TIDAK MENJADIKAN KESELURUHANNYA SUCI. DI SAMPING ITU, HARUS AIR MUTHLAQ, BUKAN AIR MUDHAF, KARENA AIR MUDHAF, KENDATI IA SUCI PADA DIRINYA, TIDAK MENYUCIKAN YANG LAINNYA, SEBAGAIMANA TELAH KAMI SEBUTKAN SEBELUMYA.

MENYUCIKAN DARI ANJING, BABI, TIKUS, DAN AIR KENCING
IMAM SHADIQ AS DITANYA TENTANG BABI YANG MINUM DARI BEJANA. BELIAU BERKATA,”DICUCI TUJUH KALI.” HAL INI DISEPAKATI SELURUH FUKAHA.
IMAM SHADIQ AS BERKATA, “ CUCILAH BEJANA YANG TERKENA TIKUS SEBANYAK TUJUH KALI.” INI JUGA DISEPAKATI
IMAM SHADIQ AS BERKATA, “ ANJING ITU KOTOR DAN NAJIS.AIR BEKASNYA TIDAK BOLEH DIGUNAKAN UNTUK BERWUDU.MAKA TUANGLAH AIR TERSEBUT DAN CUCILAH PERTAMA-TAMA DENGAN TANAH SATU KALI, KEMUDIAN DENGAN AIR DUA KALI.” INI JUGA DISEPAKATI.
IMAM SHADIQ AS DITANYA TENTANG KENCING YANG MENGENAI TUBUH.BELIAU BERKATA, “ TUANGKAN AIR KE TUBUH TERSEBUT DUA KALI.” INI JUGA DISEPAKATI
IMAM SHADIQ AS DITANYA TENTANG KENCING BAYI.BELIAU BERKATA, “ TUANGKAN AIR PADANYA.JIKA BAYI ITU SUDAH MAKAN, CUCILAH DENGAN AIR. BAYI LAKI-LAKI ATAUPUN PEREMPUAN SAMA SAJA.” INI JUGA DISEPAKATI, DENGAN SYARAT ANAK YANG MASIH MENYUSU ITU BELUM MAKAN MAKANAN, DAN WANITA PENGASUHNYA HANYA MEMILIKI SATU PAKAIAN.

MENYUCIKAN BEJANA, PAKAIAN, DAN BADAN.
DIRIWAYATKAN BAHWA IMAM SHADIQ AS BERKATA, “ KALAU PAKAIANMU TERKENA ARAK ATAU NABIDZ, CUCILAH.” BELIAU DITANYA TENTANG CERET ATAU LAINNYA YANG BERISI ARAK. BOLEHKAH DIGUNAKAN UNTUK TEMPAT AIR ? BELIAU BERKATA, “ JIKA SUDAH DICUCI, TIDAK APA-APA.”
JIKA SUATU BEJANA TERKENA NAJIS SELAIN JILATAN ANJING DAN BABI, ATAU BANGKAI TIKUS, MAKA IA LANGSUNG SUCI JIKA BERHUBUNGAN DENGAN AIR BANYAK ATAU DISIRAM DENGAN AIR SATU KALI .BEGITU JUGA PAKAIAN DAN BADAN, JIKA KEDUANYA TERKENA NAJIS SELAIN KENCING.KAMI BERPENDAPAT SATU KALI, KARENA IMAM SHADIQ AS TIDAK MENJELASKAN CUCIAN DENGAN DUA ATAU TIGA KALI.TAPI MEMANG ADA BEBERAPA RIWAYAT DARI IMAM YANG MENGATAKAN “CUCILAH TIGA KALI.”
PENGARANG AL-MADARIK BERKATA, “ YANG MENJADI PEGANGAN ADALAH CUKUP DENGAN SATU KALI CUCIAN YANG MENGHILANGKAN NAJIS.KARENA SYARIAT MEMERINTAHKAN UNTUK MENCUCI SETIAP YANG TERKENA NAJIS, DAN PELAKSANAAN PERINTAH ITU SUDAH TEREALISISR DENGAN SATU KALI CUCIAN. ADAPUN IJMAK FUKAHA TENTANG ADANYA NAJIS, MAKA ITU TIDAK BERLAKU SETELAH PENCUCIAN SATU KALI.”

AIR BEKAS CUCIAN
AIR BEKAS CUCIAN ADALAH ARI AYNG TERPISAH DARI BATANG YANG DICUCI, BAIK IA TERPISAH DENGAN SENDIRINYA ATAU KARENA DIPERAS.HUKUMNYA NAJIS JIKA IA TADINYA DIGUNAKAN UNTUK MENGHILANGKAN NAJIS; JIKA TIDAK, MAKA HUKUMNYA SUCI.

BUANG HAJAT
DIRIWAYATKAN BAHWA NABI MUHAMMAD SAAW BERSABDA, “ JIKA KAMU MASUK WC, JANGAN MENGHADAP ATAU MEMBELAKANGI KIBLAT, TAPI MENGHADAPLAH KE ARAH TIMUR ATAU BARAT.” ( TIMUR DAN BARAT MEMANG BUKAN ARAH YANG MENGHADAP ATAUPUN MEMBELAKANGI KIBLAT BAGI PENDUDUK MADINAH. BAGI SELAIN PENDUDUK MADINAH, SEPETI KITA YANG TINGGAL DI INDONESIA, TENTUNYA TINGGAL MENYESUAI KAN SAJA.SELURUH DALIL DAN FATWA TENTANG ARAH MATA ANGIN HARUS DIPAHAMI SEPERTI INI). DARI IMAM BAQIR AS, AYAH IMAM SHADIQ AS , “ CUKUP KAMI BERISTINJA DENGAN TIGA BATU. BEGITULAH SUNNAH RASULULLAH SAAW. ADAPUN AIR KENCING, HARUS DICUCI.”
IMAM SHADIQ AS BERKATA, “ RASULULLAH SAAW MELARANG SESEORANG BERISTINJA DENGAN TANGAN KANANNYA.”
DARI BELIAU JUGA, “JIKA SALAH SEORANG DARI KAMU MANDI DI TEMPAT TERBUKA, HENDAKLAH IA MENJAGA AURATNYA DAN JANGANLAH SALAH SEORANG DARI KAMU MASUK KE PEMANDIAN , KECUALI DENGAN MEMAKAI KAIN. LAKI-LAKI TAK BOLEH MEILHAT AURAT LAKI-LAKI.SIAPA YANG MEMPERHATIKAN AURAT SAUDARANYA, IA DILAKNAT OLEH 70.000 MALAIKAT. DAN WANITA TIDAK BOLEH MELIHAT AURAT WANITA.”
DIWAJIBKAN MENUTUP AURAT DARI PANDANGAN SESEORANG, BAIK PADA SAAT BERADA DI KAMAR KECIL ATAUPUN LAINNYA.JUGA DIHARAMKAN MELIHAT AURAT ORANG LAIN, BAIK YANG SEJENIS MAUPUN YANG LAWAN JENIS, MUSLIM ATAUPUN BUKAN.BAHKAN, IBU HARAM MELIHAT AURAT PUTRINYA YANG SUDAH BISA MEMBEDAKAN (TAMYIZ).
WAJIB MENGHORMATI KIBLAT, TIDAK BOLEH MENGHADAP ATAU MEMBELAKANGINYA DI WAKTU BUANG AIR KECIL ATAU BESAR.
DIMAKRUHKAN BERISTINJA DENGAN TANGAN KANAN, GUNA MENGHINDARKANNYA DARI MEMEGANG KOTORAN, KARENA IA DIPERGUNAKAN UNTUK MAKAN DAN SEBAGAINYA.
AIR YANG BEKAS DIGUNAKAN UNTUK MEMBERSIHKAN TEMPAT KELUAR KENCING DAN TINJA ADALAH SUCI, DENGAN SYARAT IA TIDAK BERUBAH KARENA NAJIS TERSEBUT, TIDAK ADA NAJIS DARI LUAR YANG MENGENAINYA, KENCING, ATAU TINJA YANG KELUAR ITU TIDAK MELUBER KEMANA-MANA, TIDAK ADA DARAH YANG KELUAR BERSAMANYA, DAN TIDAK TERDAPAT BAGIAN-BAGIAN TINJA PADA AIR TERSEBUT.
JIKA IA MEMBASUH TEMPAT KELUARNYA TINJA DENGAN TIGA BATU YANG SUCI, MAKA BAUHAN TERSEBUT SUDAH CUKUP MENGGANTIKAN AIR.DAN DAPAT JUGA DIGUNAKAN POTONNGAN-POTONGAN KAIN, DAUN-DAUN, ROTAN, KAYU-KAYUAN, DAN BENDA-BENDA LAIN YANG DAPAT MENGHILANGKAN NAJIS, DENGAN SYARAT BUKAN TERGOLONG MAKANAN YANG TERHORMAT. ADAPUN TEMPAT KENCING DAN TEMPAT KELUARNYA, TIDAK DAPAT SUCI, KECUALI DENGAN AIR, SEBAGAIMANA TELAH DISEBUTKAN TERDAHULU.

2.TANAH
PENYUCI KEDUA ADALAH TANAH. DARI HALABI, IA BERKATA, “ AKU BERKATA KEPADA IMAM SHADIQ AS BAHWA JALANKU MENUJU MASJID ADALAH LORONG YANG LAZIM DIKENCINGI.ADA KALANYA AKU LEWAT DI SITU TANPA MENGGUNAKAN ALAS KAKI.APAKAH BOLEH KAKIKU MENYENTUH TANAH YANG BASAH ? BELIAU BERTANYA, “ BUKANKAH SESUDAH ITU KAMU BERJALAN DI TANAH YANG KERING ?” ‘YA,’ JAWABKU. BELIAU LALU BERKATA,” TIDAK APA-APA, TANAH ITU SEBAGIANNYA MENYUCIKAN SEBAGIAN YANG LAIN.”
OLEH KARENA ITU PARA AHLI FIKIH SEPAKAT BAHWA TANAH MENYUCIKAN TELAPAK KAI DAN ALAS KAKI DENGAN CUKUP BERJALAN DIATASNYA ATAU DENGAN MENGGOSOKKANNYA KE TANAH, DENGAN SYARAT BENDA NAJISNYA HILANG.

3.MATAHARI
PENYUCI KETIGA ADALAH MATAHARI.IMAM BAQIR AS , AYAH IMAM SHADIQ AS BERKATA, “ SEMUA YANG TERKENA PANCARAN SINAR MATAHARI ADALAH SUCI.” DALAM RIWAYAT LAIN, “ JIKA TELAH DIKERINGKAN OLEH MATAHARI, GUNAKANLAH UNTUK SALAT, SESUNGGUHNYA IA SUCI.”
BERSANDAR PADA DUA RIWAYAT DIATAS DAN RIWAYAT-RIWAYAT LAINNYA, PARA AHLI FIKIH BERKATA, “ SESUNGGUHNYA MATAHARI ITU MENYUCIKAN BANGUNAN DAN SEGALA SESUATU YANG PERMANEN, SEPERTI: PINTU, KAYU-KAYU RUMAH, TALI-TALI PANAH, POHON, DAN BUAHNYA SELAGI BERADA DI POHON, TUMBUH-TUMBUHAN, DAN RERUMPUTAN SEBELUM DICABUT DARI TANAH.DEMIKIAN PULA BENDA-BENDA YANG MENJADI PERMANEN DI ATAS BUMI, TERMASUK KAPAL LAUT.”

4.PERGANTIAN
PENYUCI KEEMPAT ADALAH PERGANTIAN, MISALNYA ARAK YANG BERGANTI MENJADI CUKA. IMAM SHADIQ AS DITANYA TENTANG ARAK YANG SUDAH LAMA MENJADI CUKA. BELIAU BERKATA , “ TIDAK APA-APA. JIKA NAMA ARAK TELAH BERUBAH, TIDAK APA-APA.”

5.PERUBAHAN
PENYUCI KELIMA ADALAH PERUBAHAN, MISALNYA KOTORAN BERUBAH MENJADI TANAH ATAU ABU.DISEPAKATI BAHWA IA MENJADI BERSIH KARENA OBYEKNYA SUDAH BERUBAH.

JASAD HEWAN
PARA FUKAHA BERKATA, “ JIKA JASAD HEWAN TERKENA NAJIS, SERTA MERTA IA SUCI DENGAN HILANGNYA NAJIS TERSEBUT, TANPA PERLU AIR ATAU LAINNYA.” SAYYID HAKIM DALAM AL-MUSTAMSAK, “ YANG MENJADI PEGANGAN DALAM HAL INI ADALAH SIRAH QATH’IYYAH, PERILAKU PASTI DARI UMAT, YANG MEMPERLAKUKAN HEWAN DEMIKIAN, PADAHAL MEREKA TAHU BAHWA HEWAN ITU KENA NAJIS DAN BELUM DIBERSIHKAN. HAL ITU BARANGKALI KARENA PERSOALAN INI AMAT JELAS SEHINGGA MEREKA TIDAK BERTANYA ATAU MINTA PENJELASAN DARI PARA IMAM.”
ARTI UNGKAPAN DIATAS ADALAH JIKA HEWAN TERKENA BANGKAI, KOTORAN, ATAU NAJIS LAINNYA, KEMUDIAN NAJIS ITU HILANG TANPA DISUCIKAN DENGAN AIR.KITA TAHU PERSIS BAHWA PARA FUKAHA DAN SEMUA ORANG MEMPERLAKUKAN HEWAN-HEWAN ITU TANPA BERJAGA-JAGA.ITU KARENA BAGI MEREKA HEWAN TERSEBUT JELAS SUCI. DAN KARENA KESUCIAN HEWAN-HEWAN ITU BEGITU JELAS, TAK SEORANG PUN BERTANYA KEPADA IMAM DAN IMAM PUN TIDAK MENJELASKANNYA.

SAMAK
DISEPAKATI BAHWA KULIT BANGKAI TIDAK MENJADI SUCI DENGAN DISAMAK.

DEMIKIANLAH BENDA-BENDA PENYUCI YANG PALING PENTING ATAU PALING JAMAK.ADAPUN YANG DISEBUT SAYYID DALAM AL-‘URWAH AL-WUTSQA TENTANG BENDA-BENDA PENYUCI LAINNYA, SEPERTI KEPERGIAN SEORANG MUSLIM UNTUK MASA YANG LAMA YANG DIANGGAP MENYUCIKAN BADAN, PAKAIAN, DAN PERABOTNYA, ATAU MENGUAPNYA DUA PERTIGA PERASAAN ANGGUR, SEMUA ITU MASIH PERLU DIPERDEBATKAN.

30/06/2011 - Posted by | panti yatim | , , , , , , , ,

Sorry, the comment form is closed at this time.

%d bloggers like this: