mediajava

blog berita,info,Herbal,news,iklan

Nuklir Damai dan Republik Islam Iran

Juru bicara Departemen Luar Negeri Republik Islam Iran, Ramin Mehmanparast mengatakan, pengakuan hak legal Iran memanfaatkan teknologi nuklir merupakan keputusan terbaik untuk mempersiapkan langkah berikutnya. Hal ini dinyatakan Mehmanparast dalam jumpa pers dengan wartawan lokal dan asing di Tehran. Ia juga mengisyaratkan penyataan terbaru Penasehat bidang Keamanan Nasional AS terkait dialog dengan iran menandaskan, Iran senantiasa siap berunding namun dalam koridor perundingan kelompok 5+1 dan sesuai dengan kesepakatan yang ada.

Mehmanparast menilai, isu nuklir Iran, sanksi ilegal dan tekanan telah keluar dari kesepakatan yang ada. Sanksi tidak akan berdampak apapun terhadap tekad kuat bangsa Iran untuk melanjutkan program nuklir damai. Pengakuan hak Iran untuk memanfaatkan teknologi nuklir damai dapat membuka iklim baru bagi perundingan berikutnya. Menyikapi langkah sepihak AS menjatuhkan sanksi terhadap Iran termasuk perusahaan perkapalan Tehran, Mehmanparast menyatakan, mereka hingga kini masih kecewa karena lebih dari 33 tahun pasca kemenangan revolusi Islam kepentingan mereka di Iran terputus.

Apalagi AS dan Barat melihat kebangkitan rakyat Timur Tengah saat ini terinspirasi dari Revolusi Islam Iran. Barat juga menilai perlawanan bangsa Iran untuk mempertahankan independensinya menjadi teladan bagi rakyat kawasan. Di sinilah Barat mulai bertindak sewenang-wenang tanpa memperhatikan hukum internasional dan berusaha menjatuhkan Iran. Tindakan mereka ini tidak mendapat dukungan dunia internasional.

Dalam jumpa persnya Mehmanparas juga menyinggung dakwaan yang dirilis Pengadilan Khusus Rafik Hariri (STL) di Lebanon. Ia mengatakan pengadilan ini menjadi alat kepentingan segelintir orang dan berusaha merusak persatuan rakyat Lebanon. Setiap langkah politik untuk mengitervensi urusan internal Lebanon dan menebar fitnah serta merusak persatuan nasional di negara ini hanya demi kepentingan Rezim Zionis Israel.

Menyinggung sikap Iran terkait pembentukan pemerintahan nasional bersatu di Palestina, Mehmanparast mengatakan, Iran mengikuti pembahasan pembentukan negara independen Palestina sesuai garis perbatasan tahun 1967, meski hal ini belum menjawab seluruh tuntutan bangsa Palestina. Di sisi lain, para pejabat AS dan sejumlah negara Eropa menentang keras pembentukan negara merdeka Palestina. Mereka tidak berniat membantu menegakkan hak bangsa Palestina yang dirampas Israel.(irb/mf)

06/07/2011 - Posted by | panti yatim | , , , , , ,

Sorry, the comment form is closed at this time.

%d bloggers like this: