mediajava

blog berita,info,Herbal,news,iklan

Kenegaraan Palestina Dan Serangan Israel

Israel masih melancarkan serangan udara dan darat ke berbagai kawasan Palestina, khususnya Jalur Gaza. Dalam beberapa hari terakhir ini, serdadu Israel yang dilengkapi dengan tank dan buldozer, memasuki wilayah timur Gaza dan merusak kawasan tersebut.
Serangan rutin sengaja dilakukan Israel untuk menakut-nakuti gerakan muqawamah. Pada saat yang sama, Israel dalam beberapa bulan terakhir ini melempar isu pembentukan Palestina yang dinilai sejumlah analis politik sebagai upaya untuk menutupi brutalitas Israel selama ini. Jika Israel benar-benar menghendaki solusi, rezim ini seharusnya tidak melanjutkan arogansinya di Palestina pendudukan. Namun itikad itu sama sekali tidak tercermin dalam kebijakan perang Tel Aviv.
Selama ini, Israel juga tidak mengindahkan kesepakatan yang diistilahkan perdamaian. Bahkan AS terus membantu Zionis Israel dan memposisikan diri sebagai mediator perdamaian antara Palestina dan Israel. Akan tetapi pada faktanya, prakarsa perdamaian yang selalu dirancang arogansi dunia hanyalah sandiwara yang justru melanggengkan pendudukan Zionis Israel. Dengan cara ini, wajah angker Zionis yang terus membantai warga tak berdosa di Palestina, dapat terkikis.
Semua ini menunjukkan bahwa Israel di dunia kian terpojok. Berbagai cara dilakukan untuk menjustifikasi brutalitas Tel Aviv. Dari sisi lain, internal Israel dihadapkan pada krisis serius. Karena krisis internal ini, Tel Aviv benar-benar pusing tujuh keliling. Di tengah kondisi seperti ini, Tel Aviv dituntut untuk mengalihkan opini umum di dalam dan luar negeri.
Sementara itu, Israel dan AS terus meningkatkan tekanan kepada para pemimpin Palestina untuk mengurungkan tekadnya mencari kenegaraan Palestina di PBB. Bahkan Israel dan AS mengancam akan merancang sebuah resolusi untuk mendorong Israel supaya mencaplok Tepi Barat, jika Palestina bersikeras menuntut sebuah negara merdeka Palestina.
Joe Walsh dari Partai Republik yang didukung 30 anggota lainnya mengatakan, AS harus menekan Otorita Ramallah karena proposal kenegaraan Palestina.
“Saya berpendapat bahwa Presiden Barack Obama harus membuat pernyataan itu, tetapi ia tidak mampu membuatnya. Jadi, DPR perlu membuat pernyataan tersebut. Jika mereka terus berupaya mendapat pengakuan kenegaraan, AS tidak akan menentangnya. Namun, kami akan menghormati hak Israel untuk mencaplok Yudea dan Samaria (Tepi Barat),” jelas Walsh.
Sementara itu, Menlu AS Hillary Clinton mengatakan dia dalam pembicaraan yang sangat luas dengan Israel dan Palestina untuk mencegah pemungutan suara PBB soal negara Palestina. Wakil Menteri Luar Negeri Israel, Danny Ayalon juga telah mengancam untuk memutuskan semua hubungan ekonomi dengan Palestina, jika Abbas tidak menghentikan upayanya itu.
Otoritas Palestina secara resmi akan mengajukan permintaan kepada Sekjen PBB Ban Ki-moon untuk persetujuan keanggotaan Palestina di sidang tahunan ke-66 Majelis Umum PBB pada hari Selasa waktu AS (20/11/2011). Washington mengatakan akan memveto draft kenegaraan Palestina di Dewan Keamanan PBB. (IRIB/AR)

20/09/2011 - Posted by | Sekilas info | , , , ,

Sorry, the comment form is closed at this time.

%d bloggers like this: