mediajava

blog berita,info,Herbal,news,iklan

Ditekan Washington, Irak Perpanjang Misi Militer AS

Para pemimpin pejabat tinggi Irak Selasa malam (4/10) menggelar sidang selama tiga jam di istana as-Salam, Baghdad, dan menyetujui penolakan kekebalan hukum kepada tentara Amerika Serikat.

Sidang itu dihadiri oleh Jalan Talabani, Iyad Allawi, Nouri al-Maliki, Tareq al-Hashemi, utusan khusus Masoud Barazani, dan Ammar Hakim, serta para ketua fraksi dan komisi parlemen Irak.

Setelah sidang tiga jam itu, dirilis statemen yang menyatakan bahwa kekebalan hukum terhadap tentara Amerika Serikat tidak dinilai perlu. Statemen itu sekaligus membuktikan bahwa pemerintah Irak menyetujui perpanjangan kehadiran militer Amerika Serikat meski telah disepakati perjanjian keamanan Baghdad-Washington Status of Forces Agreement (SOFA) pada 2008. Dalam perjanjian itu disebutkan bahwa militer Amerika Serikat harus ditarik mundur dari Irak hingga akhir tahun 2011.

Statemen itu dibacakan oleh Wakil Perdana Menteri Irak, Nouri Shawis Ross, yang mengumumkan penolakan pemberian kekebalan hukum terhadap militer Amerika Serikat.

Sidang itu membahas kekebalan hukum terhadap sejumlah tentara militer Amerika Serikat yang masih dipertahankan di negeri pendudukan itu, untuk memberikan pelatihan militer kepada pasukan keamanan Irak.

Ross mengatakan, “Semua pihak yang menghadiri pertemuan itu sepakat tidak memberikan kekebalan hukum, dan selain itu menegaskan bahwa program pelatihan harus dilakukan di pangkalan militer Irak.”

Sebelumnya, Amerika Serikat bersikeras bahwa pasukannya yang masih berada di Irak diberi kekebalan hukum oleh pemerintah.

Sidang tersebut tidak berlangsung mulus, menyusul penentangan dari kelompok Sadr-partai yang dipimpin oleh Muqtada Sadr-yang menyatakan menyatakan keberatan terhadap perpanjangan kehadiran militer Amerika Serikat di luar batas waktu yang telah ditetapkan, meski tanpa kekebalan hukum. Para anggota partai Sadr melakukan walk-out.
Bahaa al-Aaraji , seorang anggota parlemen dari kubu Sadr mengatakan, “Sejak sidang pertama, kami telah menyatakan penolakan mutlak atas berlanjutnya kehadiran pasukan Amerika Serikat baik sebagai pelatih maupun status lain, dan apakah itu dengan kekebalan atau tanpa kekebalan, dan penolakan kami tidak akan berubah.”

Mantan Perdana Menteri Irak dan pemimpin Aliansi al-Iraqiya, Ayad Allawi, serta Wakil Presiden Irak, Tariq al-Hashemi, juga meninggalkan sidang itu.

Saat ini pasukan Amerika Serikat di Irak mencapai 43.500 personil.

Awal tahun, Gedung Putih telah memulai tekanan terhadap pemerintah Irak untuk menyetujui perpanjangan kehadiran pasukan AS di luar batas waktu yang telah ditetapkan pada perjanjian SOFA.(IRB/MZ)

06/10/2011 - Posted by | Sekilas info | , , ,

Sorry, the comment form is closed at this time.

%d bloggers like this: