mediajava

blog berita,info,Herbal,news,iklan

Babak Baru Brutalitas Israel

Babak Baru Brutalitas Israel

Babak baru ekspansi rezim Zionis terhadap wilayah Palestina terutama tempat-tempat suci umat Islam termasuk Masjid al-Aqsha memicu reaksi keras dari berbagai kalangan. Pasalnya, penasihat hukum Benjamin Netanyahu baru-baru ini mengklaim bahwa Masjid al-Aqsha sebagai bagian tak terpisahkan dari Israel. Penasehat perdana Menteri Israel itu menyebut Masjid al-Aqsha termasuk dalam wilayah hukum Zionis, khususnya berdasarkan undang-undang peninggalan bersejarah. Sontak, klaim tersebut memicu kemarahan para pejabat Palestina dan umat Islam di seluruh dunia.

 

 

 

Muqawama Islam Palestina, Hamas mendesak umat Islam sedunia segera bertindak tegas dalam untuk mendukung Masjid al-Aqsha dari konspirasi Israel. Menteri Wakaf dan Urusan Agama Palestina, Mahmoud Habbash mengecam pernyataan infaktual Israel tersebut, dan menegaskan bahwa Masjid al-Aqsha adalah bagian dari wilayah Palestina. Dia menilai komentar pejabat teras Tel Aviv itu sebagai bentuk lain dari perampasan hak-hak bangsa Palestina di kota suci Quds. Habbash menegaskan bahwa Masjid al-Aqsha adalah milik umat Islam dan rezim Zionis sama sekali tidak punya hak atas tempat suci itu.

 

 

 

Pejabat teras Palestina itu menyerukan supaya masyarakat internasional dan lembaga-lembaga HAM dunia mengambil langkah serius demi membela tempat-tempat suci umat Islam.

 

 

 

Gelombang reaksi kecaman juga mengalir deras dari luar Palestina. Organisasi Kerjasama Islam (OKI) misalnya, mengeluarkan kecaman keras mereaksi sepak terjang destruktif Israel tersebut. OKI menegaskan bahwa umat Islam sedunia tidak akan tinggal diam atas sikap Israel terhadap Masjid al-Aqsha.

 

 

 

Sekjen OKI mengatakan Masjid al-Aqsha merupakan kiblat pertama Umat Islam. Ekmeleddinİhsanoğlu mengajak seluruh delegasi negara-negara Islam di UNESCO supaya mendesak Israel menghentikan aksi brutalnya terhadap Masjid al-Aqsha.

 

 

 

Pada tahun 1948, Israel merampas Baitul Maqdis Barat dari Palestina. Selanjutnya, rezim Zionis menduduki Baitul Maqdis Timur pada tahun 1967. Empat belas tahun  kemudian, Israel memasukkan Baitul Maqdis sebagai bagian dari wilayahnya sebagai sarana melicinkan pengakuan publik dunia atas eksistensi haram rezim agresor itu, dengan ibu kota al-Quds. Tidak hanya itu, Israel juga mengklaim kompleks bersejarah umat Islam seperti Masjid al-Aqsha sebagai bagian dari wilayahnya.(IRIB Indonesia/PH)

Advertisements

20/07/2012 Posted by | Mutiara Hikmah | , , | Comments Off on Babak Baru Brutalitas Israel

Aksi Teror di Suriah dan Ambisi AS Serang Damaskus

Di tengah-tengah upaya damai untuk menyelesaikan krisis di Suriah, tiba-tiba publik internasional dikejutkan dengan aksi ledakan bom bunuh diri. Tak tanggung-tanggung korban di aksi ini adalah pejabat tinggi Damaskus. Empat pejabat senior Suriah termasuk Menteri Pertahanan Dawoud Rajiha, Wakil Menteri Pertahanan Assef Shawkat, Ketua Keamanan Publik Suriah Hisyam Ikhtiyar dan Asisten Wakil Presiden Hassan Turkmeni tewas dalam pemboman di markas Biro Keamanan Nasional pada Rabu (18/7).

Ketika ledakan terjadi, para menteri kabinet dan pejabat keamanan senior sedang bersidang di dalam gedung. Banyak orang, termasuk Menteri Dalam Negeri Mohammad Ibrahim al-Shaar, cedera dalam insiden tersebut.  Namun dia dilaporkan dalam kondisi stabil.

Sementara itu, Pasukan Bebas Suriah (FSA) dan berbagai kelompok bersenjata lainnya berperang melawan pemerintah Suriah. Keduanya mengklaim bertanggung jawab atas serangan tersebut. Dawoud Rajiha merupakan pejabat paling tinggi Damaskus yang tewas selama aksi kerusuhan di Suriah yang meletus sejak Maret tahun lalu hingga kini. Di sisi lain, Barat yang dipimpin Amerika Serikat saat ini sedang gencar-gencarnya berusaha mengobarkan perang saudara di Suriah dengan mempersenjatai kelompok teroris yang berkeliaran di negara ini dan merusak stabilitas keamanan Damaskus.

Poin penting dalam peristiwa ini yang layak dikaji adalah setiap Suriah tengah menghadapi sidang Dewan Keamanan PBB, pasti negara ini dilanda aksi tertentu, mulai dari pembantain warga sipil hingga aksi teror yang menarget militer dan petinggi negara ini. Hal ini kian menambah kecurigaan bahwa peristiwa ini pasti telah diorganisir dengan rapi dan memang ditujukan untuk memojokkan Damaskus di mata dunia internasional. Lebih dari itu, insiden seperti ini ditujukan untuk mendesak Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB) agar merilis resolusi serangan militer ke Suriah. Sebuah tujuan yang memang tengah dikejar oleh Barat, namun hingga kini gagal karena mendapat penentangan dari Rusia dan Cina.

Ambisi Amerika dan sekutunya untuk menyerang Suriah sepertinya tak pernah padam. Dengan berbagai cara mereka berusaha menempatkan Suriah ke butir tujuh piagam PBB. Jika hal ini terjadi maka penentangan Rusia dan Cina akan sia-sia dan AS akan mendapat legalitas untuk menyerang Damaskus.

Hingga kini Rusia dan Cina telah menveto berbagai resolusi anti Suriah Dewan Keamanan PBB. Tampaknya AS berusaha menyingkirkan Rusia dan Cina dalam hal ini dan berusaha menyerang Suriah tanpa melibatkan kedua negara ini. Sejatinya krisis di Suriah bukan saja medan tempur bagi kubu oposisi dan pemerintah Bashar al-Assad, namun lebih dari itu merupakan arena perebutan pengaruh oleh AS beserta sekutunya dan Rusia serta Cina

Rusia Kecam Aksi Teror di Damaskus

Rusia mengecam upaya terbaru oposisi Suriah untuk mengacaukan situasi di negara itu dan menyatakan bahwa pihak-pihak yang mendalangi aksi teror di Damaskus yang menewaskan sejumlah pejabat teras Suriah, harus dihukum. Kementerian Luar Negeri Rusia dalam statemennya Rabu (18/7) menyatakan, “Kami berharap pelaku aksi teror di Damaskus diidentifikasi dan menerima ganjaran hukuman setimpal.”

 

 

 

Moskow menilai “pengeboman di Damaskus sebagai upaya untuk lebih mengacaukan situasi” di negara yang sedang diterpa krisis.” Deplu Rusia menegaskan pula “Kami yakin dalam menghadapi kesulitan, pemerintah dan rakyat negara ini [Suriah] akan menampilkan tekad politik yang diinginkan dalam mencari solusi damai cepat dari krisis di dalam negeri mereka.”

 

 

 

Di lain pihak, militer Suriah berjanji akan melancarkan balasan tegas terhadap kelompok bersenjata anti-pemerintah, dan menekankan bahwa mereka akan terus memerangi terorisme dan membasmi kelompok-kelompok kriminal. Dalam statemennya, militer Suriah menegaskan, “Aksi teror ini semakin meningkatkan tekad militer untuk membersihkan negara dari kelompok teroris.” (Irb)

20/07/2012 Posted by | Mutiara Hikmah | , , , | Comments Off on Aksi Teror di Suriah dan Ambisi AS Serang Damaskus

   

%d bloggers like this: